Tampilkan postingan dengan label Teks Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teks Opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 April 2026

Editorial Text , Teks Editorial , Opinion Text, Teks Opini , Contoh dan Soal Editorial Text, Contoh dan Soal Opinion Text

Gadjah Mada English School (GMES) Yogyakarta , Gadjah Mada English School (GMES) Yogyakarta

 

 

Editorial Text 

Teks Editorial

  Opinion Text
 
Teks Opini

-

An editorial text or opinion text is a type of writing that expresses the writer's point of view about a particular issue.
 
Teks editorial atau teks opini adalah jenis tulisan yang menyatakan sudut pandang penulis tentang suatu isu tertentu.

-

An editorial or opinion text aims to:
 
Teks editorial atau opini bertujuan untuk:

  1. Present an opinion about an issue.
     
    Menyampaikan pendapat tentang suatu isu.
  2. Persuade readers using reasons and explanations.
     
    Membujuk pembaca dengan menggunakan alasan dan penjelasan.
  3. Influence people's thinking toward a certain viewpoint.
     
    Mempengaruhi cara berpikir orang terhadap suatu sudut pandang tertentu.
  4. Suggest solutions or recommendations.
     
    Memberikan solusi atau rekomendasi.

 

 

 

 

Structure of Editorial Text
 
Struktur Teks Editorial

Structure of Onion Text
 
Struktur Teks Opini

 

1. Introduction / Issue

Pendahuluan / Isu

Introduce the topic or problem
 
Memperkenalkan topik atau masalah

Background, problem, importance
 
Latar belakang, masalah, dan pentingnya isu

  1. There is a debate about...
     
    Ada perdebatan tentang...
  2. Many people have different opinions about...
     
    Banyak orang memiliki pendapat yang berbeda tentang...
  3. This issue is important because...
     
    Isu ini penting karena...
  4. In many schools, people discuss...
     
    Di banyak sekolah, orang-orang membahas...
  5. Therefore,...
     
    Oleh karena itu,...
  6. In conclusion,...
     
    Kesimpulannya,...
  7. For these reasons,...
     
    Untuk alasan-alasan tersebut,...
  8. To sum up,...
     
    Singkatnya,...
  9. In the end,...
     
    Pada akhirnya,...

 

2. Arguments

Argumen

Explain why the opinion is correct
 
Menjelaskan mengapa pendapat tersebut benar

2.1 Giving Reasons

Memberikan alasan

 

  1. This is because...
     
    Ini karena...
  2. One reason is that...
     
    Salah satu alasannya adalah...
  3. Another reason is...
     
    Alasan lainnya adalah...
  4. This happens because...
     
    Hal ini terjadi karena...
  5. This is important because...
     
    Ini penting karena...

 

2.2 Giving Examples

Memberikan contoh

  1. For example,...
     
    Sebagai contoh,...
  2. For instance,...
     
    Sebagai contoh,...
  3. Such as...
     
    Seperti...

 

2.3 Giving Effects / Result

Memberikan dampak / hasil

  1. As a result,...
     
    Sebagai hasilnya,...
  2. Because of this,...
     
    Karena hal ini,...
  3. This means that...
     
    Ini berarti bahwa...
  4. For this reason,...
     
    Untuk alasan ini,...

 

3. Reiteration / Conclusion

Penegasan ulang / Kesimpulan

Restate the opinion
 
Menyatakan kembali pendapat

Final statement, reinforcement
 
Pernyataan akhir, penegasan

  1. Therefore,...
     
    Oleh karena itu,...
  2. In conclusion,...
     
    Kesimpulannya,...
  3. For these reasons,...
     
    Untuk alasan-alasan tersebut,...
  4. To sum up,...
     
    Singkatnya,...
  5. In the end,...
     
    Pada akhirnya,...

 

 

 

 

 

 

Part A

“Students Should Be Allowed to Wear Makeup at School”
 
Siswa Seharusnya Diizinkan Memakai Makeup di Sekolah

 

A.Introduction / Issue :

  1. Many schools have a debate about whether students should be allowed to wear makeup.
     
    Banyak sekolah memiliki perdebatan tentang apakah siswa seharusnya diizinkan memakai makeup.
  2. Some people think makeup is a distraction, while others believe it helps students feel more confident.
     
    Beberapa orang berpikir makeup adalah gangguan, sementara yang lain percaya bahwa hal itu membantu siswa merasa lebih percaya diri.
  3. This issue matters because it affects students' comfort at school.
      
    Masalah ini penting karena mempengaruhi kenyamanan siswa di sekolah.

 

B. Argument :

Opinion and reason

Example

Effect

 

  1. Students should be allowed to wear makeup at school since it can help them feel more confident.
     
    Siswa seharusnya diizinkan memakai makeup di sekolah karena hal itu dapat membantu mereka merasa lebih percaya diri.
  2. Teenagers often experience changes in their appearance, and makeup can help reduce their worries.
     
    Remaja sering mengalami perubahan dalam penampilan mereka, dan makeup dapat membantu mengurangi kekhawatiran mereka.
  3. For example, light makeup can conceal acne or uneven skin tone, helping students focus better on learning.
     
    Sebagai contoh, makeup ringan dapat menutupi jerawat atau warna kulit yang tidak merata, sehingga membantu siswa lebih fokus dalam belajar.
  4. As a result, students may feel calmer and more prepared to participate in class.
     
    Sebagai hasilnya, siswa mungkin merasa lebih tenang dan lebih siap untuk berpartisipasi di kelas.

 

C.Reiteration :

  1. Therefore, allowing light and simple makeup can support students' confidence while keeping the school environment positive and focused.
     
    Oleh karena itu, mengizinkan penggunaan makeup yang ringan dan sederhana dapat mendukung kepercayaan diri siswa sekaligus menjaga lingkungan sekolah tetap positif dan fokus.

 

 

Questions :

 

  1. What is the text about?
     
    Apa isi teks tersebut? 

The text is about the debate on whether students should be allowed to wear makeup at school.
 
Teks tersebut tentang perdebatan apakah siswa seharusnya diizinkan memakai makeup di sekolah.

 

  1. Why does the writer think that students should be allowed to wear makeup at school?
     
    Mengapa penulis berpikir bahwa siswa harus diizinkan memakai makeup di sekolah? 

Because wearing makeup can help students feel more confident and reduce their worries about their appearance.
 
Karena memakai makeup dapat membantu siswa merasa lebih percaya diri dan mengurangi kekhawatiran mereka tentang penampilan.

 

  1. What is the result of allowing students wearing makeup?
     
    Apa hasil dari mengizinkan siswa memakai makeup? 

Students may feel calmer, more confident, and more prepared to participate in class.
 
Siswa mungkin merasa lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih siap untuk berpartisipasi di kelas.

 

  1. Do you agree with the writer?
     
    Apakah kamu setuju dengan penulis? 

Yes, I agree, because light makeup can help students feel more confident without disturbing the learning environment.
 
Ya, saya setuju, karena makeup ringan dapat membantu siswa merasa lebih percaya diri tanpa mengganggu lingkungan belajar.

 

Taken From     :Buku Pendamping B.Inggris/8/P58

 

 

 

Part B

“Say No to Smoking”
 
Katakan Tidak pada Merokok

 

  1. It was lunch break at Permata Junior High School.
     
    Saat itu adalah waktu istirahat makan siang di SMP Permata.
  2. Sam and Liam sat under a big tree near the playground, enjoying the cool breeze.
     
    Sam dan Liam duduk di bawah pohon besar dekat taman bermain, menikmati angin sepoi-sepoi.
  3. Sam was always full of energy, while Liam was quieter and always thought before he acted.
     
    Sam selalu penuh energi, sementara Liam lebih pendiam dan selalu berpikir sebelum bertindak.

 

  1. Sam leaned closer to Liam with a sly smile and pulled something from his pocket. 

Sam mendekat ke Liam dengan senyum licik dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

  1. It was a pack of cigarettes.
     
    Itu adalah sebungkus rokok.
  2. "Hey, Liam," Sam said in a low voice. 

Hei, Liam," kata Sam dengan suara pelan.

  1. "Why don't we try smoking? It’ll make us look cool, like real gentlemen."
     
    ""Kenapa kita tidak mencoba merokok? Itu akan membuat kita terlihat keren, seperti pria sejati."

 

  1. Liam frowned, surprised. "Smoking? Sam, are you serious?"
     
    Liam mengernyit, terkejut. "Merokok? Sam, kamu serius?"

 

  1. "Yeah! I mean, come on. 

"Ya! Maksudku, ayolah.

 

  1. Don't you want people to see us as grown-up and stylish?" Sam grinned.
     
    Tidakkah kamu ingin orang melihat kita sebagai orang dewasa dan bergaya?" Sam menyeringai.
  2. "What do you think?
     
    "Menurutmu bagaimana?
  3. Isn't it a good idea?"
     
    Bukankah itu ide yang bagus?"
  4. Liam shook his head slowly.
     
    Liam menggelengkan kepalanya perlahan.
  5. "Well, to be honest, I don't think it's a good idea.
     
    "Sejujurnya, aku tidak berpikir itu ide yang bagus.
  6. Smoking isn't cool, Sam.
     
    Merokok itu tidak keren,Sam.
  7. It's bad for your health. 

Itu buruk untuk kesehatanmu. 

  1. Don't you know it can hurt your lungs?"
     
    Apa kamu tidak tahu itu bisa merusak paru-parumu?"
  2. Sam rolled his eyes. "Oh, come on. 

Sam memutar matanya. "Ah, ayolah. 

  1. One or two won't hurt. Don't you care about looking like a real man?"
     
    Satu atau dua tidak akan berbahaya. Apa kamu tidak peduli terlihat seperti pria sejati?"
  2. Liam thought carefully before answering. 

Liam berpikir dengan hati-hati sebelum menjawab.

  1. "Being a real man isn't about smoking. 

"Menjadi pria sejati bukan tentang merokok.

  1. It's about making smart choices and respecting yourself. 

Itu tentang membuat pilihan yang bijak dan menghargai diri sendiri. 

 

  1. Besides, do you want to smell bad or spend all your money on cigarettes?"
     
    Selain itu, apakah kamu ingin berbau tidak enak atau menghabiskan semua uangmu untuk rokok?"

 

  1. Sam rolled his eyes. "You worry too much, Liam. 

Sam memutar matanya. "Kamu terlalu banyak khawatir, Liam 

  1. Fine, if you're too scared, I'll just do it on my own.".

Baiklah, kalau kamu terlalu takut, aku akan melakukannya sendiri."

  1. Liam looked at Sam sadly. "I'm not scared, Sam. 

Liam memandang Sam dengan sedih. "Aku tidak takut, Sam.

  1. I just care about my health—and yours. 

Aku hanya peduli dengan kesehatanku—dan juga kesehatanmu. 

  1. But it's your choice. I'll see you later."
     
    Tapi itu pilihanmu. Sampai jumpa nanti."
  2. Sam got up and walked toward the back fence, leaving Liam sitting alone.
     
    Sam berdiri dan berjalan menuju pagar belakang, meninggalkan Liam duduk sendirian.
  3. As Liam watched him go, he felt disappointed but proud of himself for standing firm.
     
    Saat Liam melihatnya pergi, dia merasa kecewa tetapi bangga pada dirinya sendiri karena tetap teguh pada pendiriannya.

 

Question:

  1. What is the story about?
     
    Apa cerita tersebut tentang apa?
  2. The story is about a student refusing to smoke and making a wise decision.
     
    Ceritanya tentang seorang siswa yang menolak merokok dan membuat keputusan yang bijak.
  3. Who are the main characters in the story?
     
    Siapa tokoh utama dalam cerita tersebut?
  4. The main characters are Sam and Liam.
     
    Tokoh utamanya adalah Sam dan Liam.
  5. When did the story happen?
     
    Kapan cerita tersebut terjadi?
  6. The story happened during lunch break.
     
    Ceritanya terjadi saat waktu istirahat makan siang.
  7. Where did Sam and Liam sit?
     
    Di mana Sam dan Liam duduk?
  8. They sat under a big tree near the playground.
     
    Mereka duduk di bawah pohon besar dekat taman bermain.
  9. Which character suggested smoking?
     
    Tokoh mana yang menyarankan merokok?
  10. Sam suggested smoking.
     
    Sam yang menyarankan merokok.
  11. How did Liam respond to Sam’s idea?
     
    Bagaimana Liam merespons ide Sam?
  12. Liam refused and said that smoking is not a good idea.
     
    Liam menolak dan mengatakan bahwa merokok bukan ide yang baik.
  13. Why did Liam disagree with smoking?
     
    Mengapa Liam tidak setuju dengan merokok?
  14. Because it is bad for health and can hurt the lungs.
     
    Karena itu buruk untuk kesehatan dan dapat merusak paru-paru.
  15. How many cigarettes did Sam suggest trying?
     
    Berapa banyak rokok yang disarankan Sam untuk dicoba?
  16. Sam suggested one or two cigarettes.
     
    Sam menyarankan satu atau dua batang rokok.
  17. How long did Liam think before answering?
     
    Berapa lama Liam berpikir sebelum menjawab?
  18. Liam thought carefully for a moment before answering.
     
    Liam berpikir dengan hati-hati sejenak sebelum menjawab.
  19. Whom did Sam invite to smoke?
     
    Siapa yang diajak Sam untuk merokok?
  20. Sam invited Liam to smoke.
     
    Sam mengajak Liam untuk merokok.

 

 

 

 

 

Part C

“Students Should Not Wear Makeup at School”
 
Siswa Tidak Seharusnya Memakai Makeup di Sekolah

 

Paragraph 1

  1. Many schools discuss whether students should be allowed to wear makeup.
     
    Banyak sekolah membahas apakah siswa seharusnya diperbolehkan memakai riasan.
  2. Some people think make-up helps students feel confident, while others believe it creates problems in the school environment.
     
    Beberapa orang berpikir riasan membantu siswa merasa percaya diri, sementara yang lain percaya bahwa hal itu menimbulkan masalah di lingkungan sekolah.
  3. This issue is important because it affects students' focus and school rules.
     
    Masalah ini penting karena mempengaruhi fokus siswa dan peraturan sekolah.

 

Paragraph 2

  1. Students should not be allowed to wear makeup to school because it can distract them from learning.
     
    Siswa seharusnya tidak diperbolehkan memakai riasan ke sekolah karena dapat mengganggu mereka dari belajar.
  2. Makeup may make some students worry too much about appearance instead of paying attention in class.
     
    Riasan dapat membuat beberapa siswa terlalu khawatir tentang penampilan daripada memperhatikan pelajaran di kelas.
  3. For example, students might spend time fixing their make-up during lessons, which can reduce their concentration and learning time.
     
    Sebagai contoh, siswa mungkin menghabiskan waktu untuk memperbaiki riasan mereka saat pelajaran, yang dapat mengurangi konsentrasi dan waktu belajar mereka.
  4. As a result, students may miss important information and fall behind in their schoolwork.
     
    Akibatnya, siswa mungkin melewatkan informasi penting dan tertinggal dalam pelajaran mereka.

 

Paragraph 3

  1. Make-up can also create pressure among students.
     
    Riasan juga dapat menimbulkan tekanan di antara siswa.
  2. Some students may feel they need to wear makeup to fit in, even if they do not want to.
     
    Beberapa siswa mungkin merasa mereka perlu memakai riasan agar bisa diterima, meskipun mereka tidak ingin melakukannya.
  3. Because of this, students may feel stressed or uncomfortable at school.
     
    Karena hal ini, siswa mungkin merasa stres atau tidak nyaman di sekolah.
  4. This situation can make school life more stressful for them.
     
    Situasi ini dapat membuat kehidupan sekolah menjadi lebih menegangkan bagi mereka.

 

Paragraph 4

  1. Therefore, not allowing make-up at school can help students stay focused, reduce pressure, and create a more comfortable learning environment for everyone.
     
    Oleh karena itu, tidak memperbolehkan riasan di sekolah dapat membantu siswa tetap fokus, mengurangi tekanan, dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi semua orang.

 

Questions :

 

  1. What is the text about?
     
    Apa isi teks tersebut?

The text is about whether students should not wear makeup at school.
 
Teks tersebut membahas apakah siswa seharusnya tidak memakai makeup di sekolah.

  1. Why should students not wear makeup at school?
     
    Mengapa siswa tidak boleh memakai makeup di sekolah?

Because it can distract them from learning and affect their focus.
 
Karena hal itu dapat mengganggu pembelajaran dan memengaruhi fokus mereka.

  1. Who discusses the issue of makeup at school?
     
    Siapa yang membahas masalah makeup di sekolah?

Many schools and people discuss this issue.
 
Banyak sekolah dan orang-orang membahas masalah ini.

  1. Which problem can makeup cause in school?
     
    Masalah apa yang dapat disebabkan oleh makeup di sekolah?

It can create distraction and pressure among students.
 
Hal itu dapat menimbulkan gangguan dan tekanan di antara siswa.

  1. When might students fix their makeup?
     
    Kapan siswa mungkin memperbaiki makeup mereka?

They might fix their makeup during lessons.
 
Mereka mungkin memperbaiki makeup saat pelajaran berlangsung.

  1. Where does the issue of makeup take place?
     
    Di mana masalah makeup ini terjadi?

It takes place in schools.
 
Masalah ini terjadi di sekolah.

  1. Whom might students want to impress by wearing makeup?
     
    Siapa yang mungkin ingin mereka kagumi dengan memakai makeup?

They might want to impress other students.
 
Mereka mungkin ingin mengesankan siswa lain.

  1. How many effects of makeup are mentioned in the text?
     
    Berapa banyak dampak makeup yang disebutkan dalam teks?

There are two main effects: distraction and pressure.
 
Ada dua dampak utama: gangguan dan tekanan.

  1. How long might students spend fixing their makeup?
     
    Berapa lama siswa mungkin menghabiskan waktu untuk memperbaiki makeup?

They may spend some time during lessons.
 
Mereka mungkin menghabiskan beberapa waktu saat pelajaran berlangsung

 

  1. What is the text about?
     
    Apa isi teks tersebut?

The text is about whether students should be allowed to wear makeup at school and discusses the reasons why it may or may not be a good idea.
 
Teks tersebut membahas apakah siswa boleh memakai makeup di sekolah dan menjelaskan alasan mengapa hal itu mungkin baik atau tidak baik.

  1. Why does the writer think that students should not be allowed to wear makeup at school?
     
    Mengapa penulis berpikir bahwa siswa tidak boleh memakai makeup di sekolah?

The writer believes students should not wear makeup because it can distract them from learning, make them focus too much on their appearance, reduce their concentration, and create pressure among students to look a certain way, which can cause stress.
 
Penulis percaya bahwa siswa tidak boleh memakai makeup karena dapat mengganggu pembelajaran, membuat mereka terlalu fokus pada penampilan, mengurangi konsentrasi, dan menciptakan tekanan di antara siswa untuk terlihat dengan cara tertentu, yang dapat menyebabkan stres.

  1. Do you agree with the writer?
     
    Apakah kamu setuju dengan penulis?

This is an opinion question. A possible answer:
 
Ini adalah pertanyaan opini. Salah satu jawaban yang mungkin:

  1. Yes, I agree with the writer because makeup can distract students and create unnecessary pressure. School should be a place where students focus on learning rather than appearance.
     
    Ya, saya setuju dengan penulis karena makeup dapat mengganggu siswa dan menciptakan tekanan yang tidak perlu. Sekolah seharusnya menjadi tempat di mana siswa fokus pada belajar daripada penampilan.

 

Taken From : Buku Pendamping B. Inggris /8/P60

 

 

 

Part D

The Negative Effects of Social Media on Students
Dampak Negatif Media Sosial terhadap Siswa

 

 

Paragraph 1

  1. I think social media often builds insecurities for students.
     
    Saya pikir media sosial sering menimbulkan rasa tidak percaya diri pada siswa.
  2. People often share perfect pictures and fun moments on social media, however, they don't always show the truth.
     
    Orang-orang sering membagikan foto yang sempurna dan momen menyenangkan di media sosial, namun mereka tidak selalu menunjukkan kenyataan yang sebenarnya.
  3. This can make students compare themselves to others and feel like they're not good enough.
     
    Hal ini dapat membuat siswa membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa bahwa mereka tidak cukup baik.

 

Paragraph 2

  1. Another illustration is when a teenager sees his/her classmate posting about their vacation or new clothes, they might feel bad because they can't have the same things.
     
    Contoh lainnya adalah ketika seorang remaja melihat teman sekelasnya memposting tentang liburan atau pakaian baru mereka, mereka mungkin merasa sedih karena tidak bisa memiliki hal yang sama.
  2. Social media also shows a lot of edited photos, which makes people think they need to look perfect all the time.
     
    Media sosial juga menampilkan banyak foto yang telah diedit, yang membuat orang berpikir bahwa mereka harus selalu terlihat sempurna.

 

Paragraph 3

  1. Some people say that social media can be positive because it helps students stay connected and find inspiration.
     
    Beberapa orang mengatakan bahwa media sosial bisa berdampak positif karena membantu siswa tetap terhubung dan menemukan inspirasi.
  2. While this is true, the pressure to look good or have an exciting life is still very strong.
     
    Meskipun hal ini benar, tekanan untuk terlihat baik atau memiliki kehidupan yang menarik tetap sangat kuat.
  3. It's easy to forget that most posts only show the best parts, not the whole story.
     
    Mudah untuk lupa bahwa sebagian besar unggahan hanya menunjukkan bagian terbaik, bukan keseluruhan cerita.

 

Paragraph 4

  1. In my opinion, students should use social media carefully.
     
    Menurut saya, siswa harus menggunakan media sosial dengan hati-hati.
  2. It's important to remember that nobody's life is as perfect as it looks online.
     
    Penting untuk diingat bahwa tidak ada kehidupan seseorang yang sesempurna seperti yang terlihat di internet.
  3. We should focus on being ourselves and not let social media make us feel bad.
     
    Kita harus fokus menjadi diri sendiri dan tidak membiarkan media sosial membuat kita merasa buruk.

 

 

Questions :

  1. Who often feels insecure because of social media?
     
    Siapa yang sering merasa tidak percaya diri karena media sosial?

Students often feel insecure because of social media.
 
Siswa sering merasa tidak percaya diri karena media sosial.

  1. Whose posts can make students feel insecure?
     
    Postingan siapa yang dapat membuat siswa merasa tidak percaya diri?

People’s posts on social media can make students feel insecure.
 
Postingan orang-orang di media sosial dapat membuat siswa merasa tidak percaya diri.

  1. What is the main topic of the text?
     
    Apa topik utama dari teks tersebut?

The text is about the negative effects of social media on students.
 
Teks tersebut membahas dampak negatif media sosial terhadap siswa.

  1. When might students feel bad after using social media?
     
    Kapan siswa mungkin merasa buruk setelah menggunakan media sosial?

Students might feel bad when they see others’ perfect posts.
 
Siswa mungkin merasa buruk ketika mereka melihat postingan sempurna orang lain.

  1. Where do people usually share perfect pictures and fun moments?
     
    Di mana orang biasanya membagikan foto sempurna dan momen menyenangkan?

People usually share them on social media.
 
Orang biasanya membagikannya di media sosial.

  1. Why can social media make students feel insecure?
     
    Mengapa media sosial dapat membuat siswa merasa tidak percaya diri?

Because students compare themselves to others and feel not good enough.
 
Karena siswa membandingkan diri mereka dengan orang lain dan merasa tidak cukup baik.

  1. Which kind of photos make people think they must look perfect?
     
    Jenis foto apa yang membuat orang berpikir bahwa mereka harus terlihat sempurna?
  2. Edited photos make people think they must look perfect.
     
    Foto yang telah diedit membuat orang berpikir bahwa mereka harus terlihat sempurna.
  3. Whom do students compare themselves to?
     
    Kepada siapa siswa membandingkan diri mereka?

Students compare themselves to other people.
 
Siswa membandingkan diri mereka dengan orang lain.

  1. How should students use social media?
     
    Bagaimana siswa seharusnya menggunakan media sosial?

Students should use social media carefully.
 
Siswa seharusnya menggunakan media sosial dengan hati-hati.

  1. How many paragraphs are there in the text?
     
    Ada berapa paragraf dalam teks tersebut?

There are four paragraphs.
 
Ada empat paragraf.

  1. How long might students spend looking at social media?
     
    Berapa lama siswa mungkin menghabiskan waktu melihat media sosial?

They might spend a long time looking at social media.
 
Mereka mungkin menghabiskan waktu yang lama untuk melihat media sosial.

  1. How much pressure do students feel from social media?
     
    Seberapa besar tekanan yang dirasakan siswa dari media sosial?

Students can feel a lot of pressure from social media.
 
Siswa dapat merasakan banyak tekanan dari media sosial.

 

 

Taken From : Buku Pendaping Bahasa Inggris /8/P62

 

 

 

Part E

 

“The Truth About Beauty Standards”
“Kebenaran tentang Standar Kecantikan”

 

 

Emily:
Sarah, do you know that Girl's Generation Yoona fits 100% of the Korean beauty standards? 

Sarah, apakah kamu tahu bahwa Yoona dari Girl's Generation memenuhi 100% standar kecantikan Korea? 

Have you noticed how amazing Korean beauty standards are?
 
Apakah kamu memperhatikan betapa luar biasanya standar kecantikan Korea?

-

Sarah:
Yeah, I've heard of that. 

Ya, aku pernah mendengarnya 

But I think those standards are too much. 

Tapi menurutku standar itu terlalu berlebihan.

Not everyone can look like that, you know?.

Tidak semua orang bisa terlihat seperti itu, tahu?

 

-

Emily:
But don't you think it's inspiring? 

Tapi menurutmu itu tidak menginspirasi? 

We can learn from it and take care of ourselves better.
 
Kita bisa belajar dari itu dan merawat diri kita dengan lebih baik.

 

Sarah:
Taking care of yourself is great, but I don't think we should feel pressured to match those standards. Everyone is unique, and that's what makes us special.
 
Merawat diri itu bagus, tapi menurutku kita tidak seharusnya merasa tertekan untuk memenuhi standar tersebut. Setiap orang itu unik, dan itulah yang membuat kita istimewa.

-

Emily:
I get that, but what if following those trends makes people feel more confident?
 
Aku mengerti, tapi bagaimana jika mengikuti tren tersebut membuat orang merasa lebih percaya diri?

 

Sarah:
 Confidence isn't about copying others. 

Percaya diri bukan tentang meniru orang lain. 

It's about being happy with who you are, not trying to fit into someone else's idea of beauty.
 
Itu tentang merasa bahagia dengan diri sendiri, bukan mencoba menyesuaikan diri dengan standar kecantikan orang lain.

 

Emily:
You're right. I guess focusing on being healthy and happy is more important than trying to look perfect.
 
Kamu benar. Sepertinya fokus untuk menjadi sehat dan bahagia lebih penting daripada mencoba terlihat sempurna.

 

Sarah:
 Exactly! Be yourself, Emily. 

Tepat sekali! Jadilah dirimu sendiri, Emily. 

That's what real beauty is about.
 
Itulah arti kecantikan yang sesungguhnya.

 

Emily:
 Thanks, Sarah. I'll keep that in mind!
 
Terima kasih, Sarah. Aku akan mengingatnya!

 

 

Questions:

 

  1. Who talks about Korean beauty standards in the dialogue?
     
    Siapa yang membahas standar kecantikan Korea dalam dialog tersebut?

Emily and Sarah talk about Korean beauty standards.
 
Emily dan Sarah membahas standar kecantikan Korea.

  1. Whose beauty is said to fit 100% of Korean beauty standards?
     
    Kecantikan siapa yang dikatakan memenuhi 100% standar kecantikan Korea?

Yoona’s beauty is said to fit 100% of Korean beauty standards.
 
Kecantikan Yoona dikatakan memenuhi 100% standar kecantikan Korea.

  1. What are they discussing in the conversation?
     
    Apa yang mereka bahas dalam percakapan tersebut?

They are discussing Korean beauty standards and their effects.
 
Mereka membahas standar kecantikan Korea dan dampaknya.

  1. When does Emily start to change her opinion?
     
    Kapan Emily mulai mengubah pendapatnya?

Emily starts to change her opinion after Sarah explains about true confidence.
 
Emily mulai mengubah pendapatnya setelah Sarah menjelaskan tentang kepercayaan diri yang sebenarnya.

  1. Where might this conversation take place?
    Di mana percakapan ini mungkin terjadi?

This conversation might take place at school or during a casual chat.
 
Percakapan ini mungkin terjadi di sekolah atau saat obrolan santai.

  1. Why does Sarah think the beauty standards are too much?
     
    Mengapa Sarah berpikir bahwa standar kecantikan itu terlalu berlebihan?

Because not everyone can look like that and it creates pressure.
 
Karena tidak semua orang bisa terlihat seperti itu dan hal itu menciptakan tekanan.

  1. Which idea does Sarah agree with about beauty?
     
    Gagasan mana yang disetujui Sarah tentang kecantikan?

She agrees that real beauty is about being yourself.
 
Dia setuju bahwa kecantikan sejati adalah tentang menjadi diri sendiri.

  1. Whom do people try to copy according to Sarah?
     
    Siapa yang coba ditiru orang menurut Sarah?

People try to copy others.
 
Orang mencoba meniru orang lain.

  1. How should people feel confident according to Sarah?
     
    Bagaimana orang seharusnya merasa percaya diri menurut Sarah?

They should feel confident by being happy with who they are.
 
Mereka seharusnya merasa percaya diri dengan merasa bahagia terhadap diri mereka sendiri.

  1. How many people are involved in the dialogue?
     
    Ada berapa orang yang terlibat dalam dialog tersebut?

There are two people involved.
 
Ada dua orang yang terlibat.

  1. How long might they have this conversation?
     
    Berapa lama mereka mungkin melakukan percakapan ini?

They might have a short conversation.
 
Mereka mungkin melakukan percakapan yang singkat.

  1. How much importance does Emily give to being perfect at first?
     
    Seberapa besar pentingnya menjadi sempurna bagi Emily pada awalnya?

She gives a lot of importance to looking perfect at first.
 
Dia menganggap sangat penting untuk terlihat sempurna pada awalnya.

 

 

Take from : Buku Pendamping B. Inggris/8/ P63

 

 

 

Part F

“The Rise of Technology in Modern Education”
 
“Perkembangan Teknologi dalam Pendidikan Modern”

 

  1. Over the last decade, the number of people taking online courses and therefore using technology as a tool to enhance their education has increased dramatically.
     
    Selama satu dekade terakhir, jumlah orang yang mengikuti kursus online dan menggunakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan pendidikan mereka telah meningkat secara drastis.
  2. You can now master a foreign language or complete a whole degree without leaving the comfort of your sofa.
     
    Sekarang Anda dapat menguasai bahasa asing atau menyelesaikan seluruh gelar tanpa harus meninggalkan kenyamanan sofa Anda.
  3. You can decide not only when you want to learn but also how you want to learn.
     
    Anda dapat menentukan tidak hanya kapan Anda ingin belajar, tetapi juga bagaimana Anda ingin belajar.
  4. Meanwhile, the range of technology used inside the classroom has also boomed, with the rise of smartboards, digital textbooks, and the tools offered on the Internet.
     
    Sementara itu, berbagai teknologi yang digunakan di dalam kelas juga telah berkembang pesat, dengan munculnya papan pintar, buku teks digital, dan berbagai alat yang ditawarkan di Internet.

 

Questions :

  1. Who has been taking online courses over the last decade?
     
    Siapa yang telah mengikuti kursus online selama satu dekade terakhir?

Many people have been taking online courses.
 
Banyak orang telah mengikuti kursus online.

  1. Whose education has been enhanced by technology?
     
    Pendidikan siapa yang telah ditingkatkan oleh teknologi?

People’s education has been enhanced by technology.
 
Pendidikan orang-orang telah ditingkatkan oleh teknologi.

  1. What has increased dramatically over the last decade?
     
    Apa yang meningkat secara drastis selama satu dekade terakhir?

The number of people taking online courses has increased dramatically.
 
Jumlah orang yang mengikuti kursus online telah meningkat secara drastis.

  1. When has the number of online learners increased?
     
    Kapan jumlah pelajar online meningkat?

It has increased over the last decade.
 
Hal itu meningkat selama satu dekade terakhir.

  1. Where can you complete a whole degree?
     
    Di mana Anda dapat menyelesaikan seluruh gelar?

You can complete a whole degree from home.
 
Anda dapat menyelesaikan seluruh gelar dari rumah.

  1. Why do people use technology in education?
     
    Mengapa orang menggunakan teknologi dalam pendidikan?

Because it helps enhance their learning.
 
Karena hal itu membantu meningkatkan pembelajaran mereka.

  1. Which tools are used in the classroom today?
     
    Alat apa yang digunakan di kelas saat ini?

Smartboards, digital textbooks, and internet tools are used.
 
Papan pintar, buku teks digital, dan alat internet digunakan.

  1. Whom does online learning benefit?
     
    Siapa yang mendapatkan manfaat dari pembelajaran online?

It benefits people who want flexible learning.
 
Hal itu bermanfaat bagi orang-orang yang menginginkan pembelajaran yang fleksibel.

  1. How can you learn using online education?
     
    Bagaimana Anda dapat belajar menggunakan pendidikan online?

You can learn by choosing when and how you want to study.
 
Anda dapat belajar dengan memilih kapan dan bagaimana Anda ingin belajar.

  1. How many main technology examples are mentioned?
     
    Ada berapa contoh utama teknologi yang disebutkan?

There are three examples: smartboards, digital textbooks, and internet tools.
 
Ada tiga contoh: papan pintar, buku teks digital, dan alat internet.

  1. How long has this increase been happening?
     
    Berapa lama peningkatan ini telah terjadi?

It has been happening over the last decade.
 
Hal ini telah terjadi selama satu dekade terakhir.

  1. How much has the number of online learners increased?
     
    Seberapa besar peningkatan jumlah pelajar online?

It has increased dramatically.
 
Hal itu meningkat secara drastis.

Taken from : Buku Pendamping B. Inggris /8/ P 63

 

 

 

Alamat kami :

 

Gadjah Mada English School ( GMES)

 

Jl. Kadipaten Kulon No. 27 B, Kraton , Yogyakarta

 

Phone/WA :     0812 274 7050

 

Website : gmesenglish.blogspot.com

 

Bantuan Transportasi :

 

Google Map : tulis “gmes english”

Gojek              : tulis “ gmes english”

Grab                : tulis “gmes english”

 

 

----  

 

Belajar     Bahasa Inggris bisa juga dengan jarak jauh /on line / internet menggunakan aplikasi “ Zoom Meeting ” dan “ Google Meet “